Blog

Kumpulan cerita tentang perajin, inovasi, dan warisan budaya.

Bunga segar yang digunakan sebagai bahan motif eco prin

5 Aktivitas Kreatif yang Bisa Dicoba di Banyuwangi Selain Membatik

Banyuwangi menawarkan lebih dari sekadar workshop batik. Mulai dari belajar Tari Gandrung, bermain gamelan, menganyam bambu, mengukir suvenir belerang Kawah Ijen, hingga mencoba eco print, berbagai aktivitas kreatif ini menghadirkan pengalaman budaya yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.

Daerah Banyuwangi Pada Peta

Asal-usul Nama Banyuwangi: Legenda dan Fakta Sejarah

Mengapa Banyuwangi disebut Banyuwangi? Temukan kisah lengkap di balik asal-usul nama Banyuwangi, mulai dari legenda Sri Tanjung yang melegenda hingga sejarah Kerajaan Blambangan dan penetapan nama Banyuwangi sebagai wilayah administratif pada masa VOC.

Peserta workshop eco print memukul daun di atas kain menggunakan palu kayu dengan teknik pounding

Eco Print: Mengubah Daun dan Bunga Menjadi Karya Kain yang Bisa Dikenakan

Eco print adalah teknik pewarnaan kain menggunakan daun dan bunga asli untuk menghasilkan motif alami yang unik. Pelajari cara kerja eco print, perbedaan teknik pounding dan steaming, serta alasan mengapa workshop eco print menjadi salah satu pengalaman kreatif yang menarik di Banyuwangi.

Pengunjung mencoba mencanting langsung di booth Pusat Batik Banyuwangi saat Banyuwangi Ethno Carnival

Open Booth Pusat Batik Banyuwangi di Banyuwangi Ethno Carnival: Saat Batik Menyapa Generasi Muda

Pusat Batik Banyuwangi hadir di Banyuwangi Ethno Carnival melalui open booth yang menampilkan koleksi batik, demo membatik, dan pengalaman mencanting langsung. Antusiasme pengunjung dari berbagai usia menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap pelestarian batik Banyuwangi.

Peserta belajar teknik mencolet batik dalam acara Berwastra Ria Vol. 4 di Banyuwangi

Berwastra Ria Vol. 4: Menelusuri Jejak Motif Batik dalam Perang Puputan Bayu

Ngobrolin Wastra Vol. 4 di Pusat Batik Banyuwangi mengajak peserta mengenal teknik mencolet dan lorot sambil menelusuri jejak motif batik yang terinspirasi dari sejarah Perang Puputan Bayu. Acara ini memadukan praktik membatik, diskusi budaya, dan pelestarian warisan Banyuwangi dalam suasana yang hangat dan interaktif.

Wisatawan belajar membatik menggunakan canting di workshop batik Banyuwangi

Belajar Membatik dengan Tangan Sendiri: Apa yang Bisa Diharapkan dari Workshop Batik di Banyuwangi

Ada sesuatu yang berbeda dari batik setelah Anda mencoba membuatnya sendiri. Di workshop batik Banyuwangi, Anda akan belajar memegang canting, menorehkan malam, dan menyingkap motif seperti Gajah Oling — sebuah pengalaman yang jauh lebih berkesan daripada sekadar membeli oleh-oleh.

Peserta Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) mengenakan kostum etnik spektakuler saat mengikuti parade budaya di jalan utama Kota Banyuwangi.

Banyuwangi Ethno Carnival: Festival Fashion Etnik yang Mendunia dari Banyuwangi

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) merupakan salah satu festival budaya paling ternama di Indonesia yang mengubah jalanan Banyuwangi menjadi panggung meriah bagi peragaan busana etnik, pertunjukan tradisional, dan warisan budaya lokal. Sejak pertama kali digelar pada tahun 2011, acara tahunan ini selalu menghadirkan tema budaya baru, memadukan kostum spektakuler dengan unsur penceritaan untuk merayakan kekayaan tradisi masyarakat Osing serta beragam warisan budaya Banyuwangi.

Berwastraria Vol-2 belajar menyulam kambuli

Berwastraria: Mengenakan Wastra Indonesia Lebih dari Sekadar Tren

Ada satu kata yang belakangan ini semakin sering muncul dalam percakapan seputar mode dan budaya Indonesia: wastra. Bersamaan dengan itu, gerakan Berwastraria mendorong masyarakat untuk tidak hanya mengagumi batik, tenun, songket, dan ulos dari kejauhan, tetapi benar-benar mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari. Simak bagaimana gerakan ini bermula dan bagaimana Banyuwangi berperan di dalamnya.

Para penampil BEC 2026 mengenakan kostum rumit yang terinspirasi dari Perang Bayu saat parade Karnaval Etno Banyuwangi.

BEC 2026 Menghidupkan Kembali Perang Bayu di Jalanan Banyuwangi

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 menghadirkan konsep teatrikal segar yang terinspirasi oleh peristiwa bersejarah Perang Bayu. Melalui kostum yang megah, tarian tradisional, dan penuturan cerita secara langsung, karnaval tahun ini mengubah jalanan Banyuwangi menjadi panggung terbuka yang merayakan keberanian para pahlawan Blambangan sekaligus melestarikan kekayaan warisan budaya daerah tersebut.