Minggu sore, 12 Juli 2026, suasana di Pusat Batik Banyuwangi terasa berbeda dari biasanya. Bukan hanya karena aroma malam panas yang khas, tapi juga karena obrolan hangat tentang sejarah yang mengalir di sela-sela proses membatik. Inilah Ngobrolin Wastra Vol. 4, kolaborasi antara Pusat Batik Banyuwangi dan Bawastra Banyuwangi, kali ini mengangkat tema "Menelusuri Jejak Motif Batik dalam Perang Puputan Bayu".
Acara yang digelar gratis ini berjalan lancar dan diikuti antusias oleh peserta dari berbagai kalangan — mulai dari pencinta batik pemula hingga masyarakat yang datang khusus untuk memperdalam pemahaman soal sejarah Banyuwangi lewat kain.
Belajar Membatik Sambil Ngobrol Sejarah
Sesuai temanya, Ngobrolin Wastra Vol. 4 tidak hanya membahas teori. Peserta diajak langsung praktik membatik dari awal hingga akhir, dan yang paling istimewa: hasil karya mereka boleh dibawa pulang.
Sesi ini dipandu oleh Bapak Firman, pembatik dari Godho Batik Banyuwangi, yang membagikan pengalamannya langsung di depan peserta. Selama sesi berlangsung, obrolan tidak berhenti di teknik semata — Bapak Firman turut menjelaskan bagaimana motif-motif batik Banyuwangi banyak terinspirasi dari peristiwa sejarah, termasuk perjuangan masyarakat Blambangan dalam Perang Puputan Bayu tahun 1771.
Mengenal Teknik Mencolet dan Lorot

Bagi banyak peserta, inilah pertama kalinya mereka mempraktikkan dua teknik penting dalam proses membatik setelah tahap mencanting:
- Teknik mencolet — proses mewarnai kain secara langsung pada bagian-bagian tertentu yang sudah dibatasi oleh garis malam, menggunakan kuas kecil atau alat colet. Berbeda dengan pencelupan kain secara keseluruhan, teknik ini memungkinkan perajin mengatur warna di area yang lebih spesifik dan detail.
- Teknik lorot (nglorod) — tahap akhir setelah pewarnaan, di mana kain yang sudah dicolet dimasukkan ke dalam air mendidih untuk melunturkan atau menggugurkan malam yang menempel. Proses inilah yang akhirnya menampilkan motif asli di balik lapisan malam yang selama ini menutupi kain.
Momen saat malam luruh dan motif akhirnya terlihat jelas menjadi salah satu bagian paling dinanti peserta — mirip dengan sensasi "reveal" yang juga jadi favorit di workshop-workshop batik lainnya.
Menelusuri Jejak Puputan Bayu Lewat Kain
Bagian yang membuat Ngobrolin Wastra Vol. 4 terasa berbeda dari sesi belajar batik biasa adalah diskusi mendalam soal Perang Puputan Bayu. Dalam obrolan tersebut, peserta diajak memahami bagaimana peristiwa heroik masyarakat Blambangan melawan VOC pada 18 Desember 1771 turut membentuk identitas budaya Banyuwangi hingga kini — termasuk lewat motif-motif batik yang masih dijaga para perajin lokal.
Diskusi ini menegaskan bahwa batik Banyuwangi bukan sekadar kain bermotif indah, melainkan juga media untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah dan perjuangan leluhurnya.
Kenapa Acara Seperti Ini Penting?
Ngobrolin Wastra bukan hanya ruang belajar teknik, tapi juga ruang temu antara generasi muda dan warisan budaya yang selama ini mungkin hanya mereka dengar sekilas. Dengan format yang santai, gratis, dan interaktif, acara ini berhasil membuat sejarah dan kerajinan batik terasa lebih dekat dan relevan bagi peserta dari berbagai usia.
Frequently Asked Questions
Apa itu Ngobrolin Wastra Vol. 4?
Ngobrolin Wastra Vol. 4 adalah acara belajar membatik sekaligus diskusi budaya yang diselenggarakan oleh Pusat Batik Banyuwangi bersama Bawastra Banyuwangi dengan tema "Menelusuri Jejak Motif Batik dalam Perang Puputan Bayu".
Kapan dan di mana acara ini diselenggarakan?
Acara berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul 15.00 WIB di Pusat Batik Banyuwangi.
Apakah acara ini berbayar?
Tidak. Ngobrolin Wastra Vol. 4 diselenggarakan secara gratis dan terbuka bagi masyarakat yang ingin belajar membatik sekaligus mengenal sejarah budaya Banyuwangi.
Siapa narasumber dalam acara ini?
Sesi praktik membatik dipandu oleh Bapak Firmas dari Godho Batik Banyuwangi yang membagikan pengalaman serta pengetahuan mengenai teknik membatik dan filosofi motif batik Banyuwangi.
Apa itu teknik mencolet dalam membatik?
Teknik mencolet adalah proses memberi warna pada bagian tertentu kain batik menggunakan kuas atau alat colet setelah motif dibatasi oleh malam. Teknik ini memungkinkan pewarnaan yang lebih detail dibandingkan pencelupan kain secara keseluruhan.
Apa itu teknik lorot atau nglorod?
Teknik lorot atau nglorod merupakan tahap akhir dalam proses membatik, yaitu merebus kain yang telah diwarnai ke dalam air panas untuk menghilangkan lapisan malam sehingga motif batik yang sebenarnya muncul dengan jelas.
Apa hubungan Perang Puputan Bayu dengan motif batik Banyuwangi?
Perang Puputan Bayu merupakan salah satu peristiwa bersejarah yang menginspirasi berbagai motif batik Banyuwangi. Melalui motif tersebut, nilai perjuangan masyarakat Blambangan terus dikenang dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Apakah peserta dapat membawa pulang hasil membatik mereka?
Ya. Seluruh peserta dapat membawa pulang hasil karya batik yang mereka buat selama workshop sebagai kenang-kenangan sekaligus hasil belajar langsung dari kegiatan tersebut.
Ngobrolin Wastra Vol. 4 membuktikan bahwa belajar sejarah tidak harus selalu lewat buku — kadang cukup lewat secarik kain, canting di tangan, dan obrolan hangat bersama perajin yang menjaga tradisi ini tetap hidup. Ingin terus mengikuti cerita di balik motif batik Banyuwangi? Pantau terus jadwal Ngobrolin Wastra volume berikutnya, atau baca lebih dalam soal sejarah yang menginspirasi tema kali ini di artikel Puputan Bayu: Pertempuran yang Menjadi Awal Lahirnya Banyuwangi.

