Batik memang jadi salah satu daya tarik utama saat berkunjung ke Banyuwangi, tapi kekayaan budaya daerah ini sebenarnya jauh lebih luas dari itu. Dari kerajinan tangan hingga seni pertunjukan, banyak aktivitas kreatif lain yang bisa Anda coba langsung — bukan sekadar menonton, tapi benar-benar terlibat dalam prosesnya.
Berikut lima aktivitas kreatif di Banyuwangi yang layak masuk daftar kunjungan Anda selain membatik, lengkap dengan gambaran apa yang bisa Anda harapkan dari masing-masing pengalaman.
1. Belajar Menari Gandrung di Desa Wisata Osing Kemiren
Tari Gandrung adalah salah satu ikon budaya paling dikenal dari Banyuwangi, dan Desa Wisata Adat Osing Kemiren menjadi salah satu tempat terbaik untuk mempelajarinya langsung dari pelatih lokal. Desa ini bahkan masuk dalam 20 desa terpilih di Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 oleh UN Tourism, berkat kekayaan nilai budaya dan kearifan lokalnya.
Dalam kelas tari ini, pengunjung tidak hanya diajarkan gerakan dasar, tapi juga diperkenalkan pada makna filosofis di balik setiap gerakan — sesuatu yang jarang didapat hanya dengan menonton pertunjukan dari kursi penonton.
2. Bermain Gamelan Bersama Warga Kemiren
Masih di desa yang sama, pengunjung juga berkesempatan mencoba langsung alat musik gamelan bersama warga setempat. Aktivitas ini biasanya menjadi paket satu rangkaian dengan kelas tari Gandrung, sehingga Anda bisa merasakan bagaimana musik dan tari saling melengkapi dalam tradisi budaya Osing.
Bagi banyak pengunjung, ini menjadi pengalaman yang cukup menantang sekaligus menyenangkan — memahami ritme gamelan membutuhkan kepekaan yang berbeda dari alat musik pada umumnya, dan biasanya baru benar-benar "klik" setelah beberapa kali mencoba.
3. Menganyam Bambu di Desa Gintangan
Jika Anda tertarik pada kerajinan tangan yang lebih fungsional, Desa Gintangan adalah pusat kerajinan anyaman bambu yang terkenal di Banyuwangi. Di sini, pengunjung bisa belajar langsung dari perajin bagaimana bambu diolah menjadi berbagai motif anyaman khas, seperti liris, pipil, druno, hingga cakar gagak.
Prosesnya membutuhkan ketelitian dan kesabaran, mirip dengan membatik — bedanya, di sini Anda bekerja dengan bahan alami yang lebih kaku dan menuntut teknik tangan yang berbeda sama sekali.
4. Mengukir Suvenir dari Belerang Kawah Ijen
Salah satu kerajinan paling unik dari Banyuwangi datang dari hasil sampingan aktivitas penambangan Kawah Ijen: belerang. Belerang yang baru ditambang diolah oleh perajin lokal menjadi berbagai suvenir berukir dengan pola-pola kreatif.
Aktivitas mengukir belerang ini memberi pengalaman berbeda karena bahan dasarnya benar-benar berasal dari fenomena alam Kawah Ijen yang terkenal dengan blue fire-nya — menjadikan hasil karya Anda punya cerita asal yang unik. Perlu dicatat, suvenir berbahan belerang tidak diperbolehkan dibawa masuk kabin pesawat oleh sebagian besar maskapai, jadi pastikan mengeceknya lebih dulu jika ingin membawanya pulang lewat jalur udara.
5. Mencoba Eco Print
Bagi yang ingin pengalaman kreatif dengan sentuhan alam namun tetap berhubungan dengan dunia tekstil, eco print adalah pilihan yang layak dicoba. Teknik ini memindahkan bentuk dan warna daun serta bunga langsung ke atas kain melalui proses pounding atau steaming, tanpa menggunakan pewarna sintetis sama sekali.
Sekar Jagad Batik & Creative Hub menghadirkan sesi eco print sebagai pelengkap dari workshop batik, sehingga pengunjung yang datang ke satu lokasi bisa mencoba dua pengalaman kreatif berbeda dalam satu kunjungan.
Wajib Mencoba Lebih dari Satu Aktivitas
Menjelajahi lebih dari satu aktivitas kreatif memberi gambaran yang lebih utuh tentang kekayaan budaya Banyuwangi — bahwa daerah ini tidak hanya identik dengan satu jenis kerajinan, tapi memiliki ekosistem seni dan kerajinan yang saling terhubung, dari tekstil, musik, tari, hingga kerajinan berbahan alam.
Bagi wisatawan yang punya waktu lebih dari satu hari di Banyuwangi, mengombinasikan beberapa aktivitas ini bisa menjadi cara terbaik untuk memahami budaya lokal secara lebih mendalam, sekaligus mendukung ekonomi kreatif para perajin dan seniman setempat secara langsung.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa saja aktivitas kreatif yang bisa dicoba di Banyuwangi selain membatik?
Beberapa aktivitas kreatif yang populer antara lain belajar Tari Gandrung, bermain gamelan, menganyam bambu di Desa Gintangan, mengukir suvenir belerang dari Kawah Ijen, serta mengikuti workshop eco print.
Di mana saya bisa belajar Tari Gandrung di Banyuwangi?
Desa Wisata Adat Osing Kemiren menjadi salah satu tempat terbaik untuk belajar Tari Gandrung langsung dari pelatih lokal sekaligus mengenal filosofi di balik setiap gerakannya.
Apakah kelas gamelan cocok untuk pemula?
Ya. Kelas gamelan di Desa Kemiren terbuka untuk semua kalangan, termasuk pemula yang belum pernah memainkan alat musik tradisional sebelumnya.
Di mana pusat kerajinan anyaman bambu di Banyuwangi?
Desa Gintangan dikenal sebagai sentra kerajinan anyaman bambu di Banyuwangi dengan berbagai motif khas seperti liris, pipil, druno, dan cakar gagak.
Apa itu kerajinan ukir belerang khas Banyuwangi?
Kerajinan ini merupakan suvenir yang dibuat dari belerang alami hasil tambang Kawah Ijen dan diukir oleh perajin lokal menjadi berbagai bentuk dekoratif.
Apakah suvenir belerang boleh dibawa naik pesawat?
Sebagian besar maskapai tidak mengizinkan barang berbahan dasar belerang dibawa ke dalam kabin pesawat. Sebaiknya periksa terlebih dahulu kebijakan maskapai sebelum membelinya.
Apa itu eco print dan di mana bisa mencobanya di Banyuwangi?
Eco print adalah teknik menghias kain menggunakan daun dan bunga alami. Anda dapat mengikuti workshop eco print di Sekar Jagad Batik & Creative Hub, yang juga menyediakan kelas membatik.
Apakah aktivitas-aktivitas ini cocok untuk anak-anak?
Ya. Sebagian besar aktivitas seperti menari, bermain gamelan, menganyam bambu, dan eco print ramah untuk anak-anak dengan pendampingan yang sesuai.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencoba semua aktivitas ini?
Karena lokasinya tersebar di berbagai wilayah Banyuwangi, disarankan menyediakan waktu sekitar dua hingga tiga hari agar dapat menikmati seluruh aktivitas dengan nyaman.
Apakah saya perlu memiliki keahlian khusus sebelumnya?
Tidak. Semua aktivitas dirancang untuk pemula dan didampingi oleh perajin maupun instruktur lokal yang akan membimbing peserta dari awal.
Mengapa sebaiknya mencoba lebih dari satu aktivitas kreatif di Banyuwangi?
Mencoba berbagai aktivitas akan memberikan pengalaman yang lebih lengkap mengenai kekayaan seni dan budaya Banyuwangi, sekaligus mendukung para perajin, seniman, dan komunitas kreatif setempat.
Apakah aktivitas kreatif ini bisa digabungkan dengan wisata alam?
Bisa. Banyak wisatawan mengombinasikan pengalaman budaya ini dengan kunjungan ke destinasi alam seperti Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, maupun objek wisata lainnya di Banyuwangi.

